Data Ditemukan
37
Anak Yatim
Program:
Beasiswa Yatim Cerdas
Anggaran:
Rp 37.000.000/tahun
Sumber:
CSR, BAZNAS, Perantau
Data Ditemukan
8
Anak Putus Sekolah
Program:
Kejar Paket (PKBM) / Vokasi
Anggaran:
Rp 12.000.000/tahun
Tindak Lanjut:
Fasilitasi Ijazah Kesetaraan
Data Ditemukan
22
UMKM Tanpa Izin
Program:
Pendampingan NIB
Anggaran:
Rp 0 (Subsidi Silang)
Tindak Lanjut:
Jadikan Mitra BUMDes
Data Ditemukan
15
Lansia Sebatang Kara
Program:
Lansia Peduli
Anggaran:
Rp 45.000.000/tahun
Kebutuhan:
15 Relawan Desa
Data Ditemukan
120
Pengangguran
Program:
Padat Karya & Pelatihan
Target:
Penyerapan 50% thn pertama
Sumber:
APBDes / Dana Desa
🚀 Simpulan & Peta Jalan (Roadmap) Pembangunan Desa Cilaja
Berdasarkan rekapitulasi data di atas, Desa Cilaja memiliki potensi ekonomi dan demografi yang kuat, namun masih dihadapkan pada 120 angka pengangguran, 52 kelompok rentan sosial, dan perlunya modernisasi pada sektor UMKM. Oleh karena itu, pembangunan tidak boleh lagi berdasarkan asumsi, melainkan bertumpu pada kebijakan strategis berikut:
Jangka Pendek
(1 - 6 Bulan)
- Penuntasan Data: Menggerakkan sensus digital ke seluruh dusun untuk validasi data sosial & UMKM.
- Bantuan Mendesak: Peluncuran Beasiswa Yatim Cerdas dan Program Kejar Paket bagi anak putus sekolah.
- Legalitas Usaha: Pendampingan serentak pembuatan NIB (Nomor Induk Berusaha) gratis untuk UMKM.
Jangka Menengah
(1 - 2 Tahun)
- Aktivasi BUMDes & Koperasi: Menjadikan UMKM lokal yang telah berizin sebagai penyuplai utama Koperasi Desa.
- Padat Karya Desa: Mengalokasikan sebagian Dana Desa untuk proyek fisik & pembersihan lingkungan yang menyerap pekerja lokal.
- Infrastruktur Sosial: Pembentukan satgas khusus untuk program Lansia Peduli.
Jangka Panjang
(3 - 5 Tahun)
- Desa Cerdas (Smart Village): Pemerintahan desa yang tata kelola anggarannya 100% diputuskan melalui data real-time.
- Kemandirian Ekonomi: BUMDes Cilaja menjadi pusat distribusi sembako & produk regional dengan omzet mandiri.
- Ekowisata Berbasis Sejarah: Integrasi pemeliharaan pohon bersejarah, mata air, dan makam karuhun (Babad Cilaja) menjadi daya tarik wisata edukasi.