Total Kebutuhan Anggaran Sektor Sosial

Rp 303.000.000

33

Anak Yatim

15

Lansia Sendiri

20

Pengangguran

10

Rutilahu

Sasaran / Kelompok
(Klik baris untuk rincian)
Penanggung Jawab (PIC) Estimasi Anggaran Sumber Dana Status
Anak Yatim (33 Anak)
Beasiswa Yatim Cerdas
Kasi Kesejahteraan & Kadus Rp 33.000.000 CSR, BAZNAS Diusulkan
Lansia Sendiri (15 Orang)
Lansia Peduli
Kasi Kesejahteraan Rp 45.000.000 Dana Desa (DD) Berjalan
Pengangguran (20 Orang)
Padat Karya Tunai Desa
Kasi Pemerintahan & Kadus Rp 25.000.000 APBDes Belum Mulai
Rutilahu (10 Rumah)
Rehabilitasi Rumah
Kasi Kesejahteraan Rp 200.000.000 Kementerian / APBD Proposal

📋 Peta Jalan Realisasi & Rincian Tugas

1. Beasiswa Yatim Cerdas (Target Realisasi: 6 Bulan)

Fase 1: Verifikasi Lapangan & Pembuatan Rekening Bulan ke-1
Pelaksana: Kasi Kesejahteraan dibantu Ketua RT
Anggaran: Rp 0 (Melekat Tugas)
Mendata ulang 33 anak dan membuka rekening atas nama wali anak untuk transparansi penyaluran dana.
Fase 2: Audiensi BAZNAS & Perusahaan (CSR) Bulan 2 - 3
Pelaksana: Kepala Desa & BPD
Anggaran: Rp 2.000.000
Membawa data SIPDC ke forum donatur untuk mengajukan pendanaan berkelanjutan tanpa membebani Dana Desa.
Fase 3: Penyaluran Bantuan Pendidikan Bulan 4 - 6
Pelaksana: Kaur Keuangan
Anggaran: Rp 31.000.000
Transfer langsung ke rekening wali anak secara bertahap setiap awal semester pendidikan baru.

2. Lansia Peduli (Bantuan Pangan) (Target: Berkelanjutan Tahunan)

Fase 1: Pendataan Prioritas Lansia Sebatang Kara Bulan ke-1
Pelaksana: Kepala Dusun & Kader Posyandu
Anggaran: Rp 0
Mengidentifikasi 15 lansia yang tidak memiliki keluarga inti di desa sebagai prioritas utama.
Fase 2: Pengadaan Sembako via BUMDes Bulan 1 - 2
Pelaksana: Kasi Kesejahteraan & Koperasi Desa
Anggaran: Rp 40.000.000
Desa membeli paket sembako dari Koperasi Desa agar perputaran uang tetap di desa dan menghidupkan UMKM lokal.
Fase 3: Distribusi Door-to-Door Rutin Tiap Bulan
Pelaksana: Relawan & Bidan Desa
Anggaran: Rp 5.000.000
Sembako diantar langsung sekaligus mengecek tekanan darah dan kesehatan lansia rutin tiap bulan.

3. Padat Karya Tunai Desa (PKTD) (Target Realisasi: 8 Bulan)

Fase 1: Musdes Fisik & Validasi Pekerja Bulan 1 - 2
Pelaksana: Kasi Pemerintahan & Kadus
Anggaran: Rp 5.000.000
Menentukan titik pembangunan dan memprioritaskan 20 pengangguran di dashboard sebagai pekerja harian lepas.
Fase 2: Pembelian Material Bangunan Bulan ke-3
Pelaksana: TPK (Tim Pelaksana Kegiatan)
Anggaran: Rp 45.000.000
Membeli material dari toko bahan bangunan yang ada di dalam teritorial desa Cilaja demi perputaran ekonomi.
Fase 3: Pelaksanaan Proyek & Pembayaran HOK Bulan 4 - 8
Pelaksana: Kaur Keuangan & Mandor Desa
Anggaran: Rp 100.000.000
Proyek berjalan secara swakelola, upah dibayar tunai mingguan kepada warga untuk mendongkrak daya beli.

4. Rehabilitasi Rumah (Rutilahu) (Target Realisasi: 1 Tahun)

Fase 1: Survei & Input SIPD Kabupaten Bulan 1 - 3
Pelaksana: Kasi Kesejahteraan & Operator Desa
Anggaran: Rp 0
Mengambil foto dokumentasi kondisi 10 rumah dan menginput proposal ke sistem pemerintah kabupaten (SIPD).
Fase 2: Pencairan Bantuan Material Bulan 4 - 8
Pelaksana: TPK Kabupaten / Vendor
Anggaran: Rp 200.000.000
Menunggu persetujuan dan pengiriman bahan bangunan dari APBD ke lokasi rumah penerima manfaat.
Fase 3: Pengerjaan Gotong Royong Bulan 9 - 12
Pelaksana: Kadus, Pemilik Rumah & Warga
Anggaran: Rp 40.000.000 (APBDes)
Pembangunan dilakukan dengan metode gotong royong, sementara tukang ahlinya dibayar menggunakan anggaran desa.